skip to main |
skip to sidebar
His body looks very pretty...
And surely, he is very strong...
His body is something to be admired...
But in fact, he doesn’t last very long...
This is mainly because...
His energy reserve (= the fat tissue) is almost kosong...
Pak Amir* seorang pejabat penting, dan saat ini sedang dalam perjalanan dinas keliling. Karena urusan tidak bisa selesai dalam sehari, ia terpaksa menginap untuk semalam di kota ini.
Kotanya kecil, dan tidak ada hotel, yang ada hanya sebatas losmen saja. Namun karena memang terpaksa, akhirnya ia menginap di salah satu losmen yang terbaik yang ada.
Losmen relaftif kecil, walau cukup bersih, tetapi sangat sederhana. Losmen ini dikelola sendiri oleh pemiliknya, sepasang suami istri yang masih muda, yang memang baru mulai usaha dalam bidangnya.
Pak Amir memang sedang kesel hati. Apalagi terpaksa menginap semalam di tempat yang kurang memadai. TV dikamar kebetulan mati, sedangkan disekitar losmen tidak ada tempat hiburan yang berarti.
Mental penjabat memang sangat kental disanubari. „Apa yang bisa obati rasa kesal saya dimalam nanti?“ Dihubunginya counter recention losmen, dengan berwibawa pak Amir meminta lewat intercom komunikasi. „Tolong carikan saya cewek seksi, yang bisa menemani saya dikamar malam ini“.
Kebetulan di counter depan adalah istri pemilik penginapan. Mendengar permintaannya, ibu muda ini sangat tersinggung dan marah bukan buatan. Ia minta suaminya agar kekamar tamu kurang ajar ini, untuk menegur keras, mengusir dan menyuruhnya pergi.
Tetapi si suami menolak. Selain takut kehilangan tamu, menurutnya permintaan seperti ini oleh seorang pejabat dinilainya masih wajar-wajar saja. Masih belum rugikan siapa-siapa, dan merupakan hal yang sudah biasa.
Emosi ibu muda ini sudah terlanjur tinggi. Maka ia putuskan untuk datangi sendiri tamu kurang-ajar ini. Dia wajib ditegur keras dan kalau perlu dimaki-maki.
Kemudian si ibu ini masuk kekamar tamu kita. Tak lama kemudian terdengar kegaduhan yang luar biasa. Dan kejadian ini berlangsung cukup lama.
Sekitar dua jam kemudian muncul pak Amir. Wajah babak-belur, tetapi ia tampak berseri-seri. Ke reception ia menuju dan bertemu pengelola, yang tak lain adalah suami ibu muda yang marah-marah tadi.
„Wah terima kasih atas kirimannya! Kali ini memang kwalitas prima punya! Badannya seksi, wajah lumayan, tapi galaknya luar biasa. Tidak mau jinak dan penurut seperti cewek panggilan pada umumnya. Namun saya suka! Suka sekali! Walau pada awalnya saya harus perkosa....“
* Maaf ini bukan nama aslinya
Ini kejadian sabtu lalu…
Semalaman persiapkan Power Point untuk Simposium Kanker, yang event nya berada di Jogya.
Padahal saat itu Jogya sedang ada bencana.
Sampai pagi itu pihak Panitia masih meminta kedatangan saya kesana.
Simposium tetap diteruskan seperti rencana semula, ini katanya.
Aneh juga, orang pada sibuk hadapi bencana dan kita masih mau ber-Simposium, walaupun materi pertemuan memang sangat berguna.
Namun janji tetap janji, dan ini harus ditepati.
Sabtu itu merupakan hari sibuk yang selalu saya hadapi.
Agar siang bisa pergi, sejak pukul 8 pagi sudah kerjakan pasien untuk berbagai terapi.
Dari sepuluh yang datang, tujuh pasien minta di hipnoterapi, dan ini selalu menguras tenaga dan menguras konsentrasi.
Pasien selesai pkul satu siang, badan lelah dan kepala goyang.
Belum ada pembatalan Simposium dari Panitia Jogya.
Maka dengan diantar sopir saya menuju Bandara Sukarno-Hatta.
Menjelang masuk tol, dari Jogya SMS datang.
Meminta agar saya menunggu sebentar di jalan.
Karena pembatalan symposium sedang dibicarakan.
Mana mungkin dijalan tol kita berhenti??
Akhirnya saya putuskan untuk menunggu di warung Sushi di Senayan City.
Selagi menikmati sushi, ada satu petugas datang menghampiri.
Menanyakan apa ada yang istimewa buat saya pribadi di minggu ini.
Saya bilang memang ada, dan saya mendapat Cake Sushi sebagai complimentary…
Saya menikmati sushi comlimentary di siang hari ini....
Selesai makan, SMS pembatalan Simposium akhirnya datang.
Walau kepala sedikit goyang, tapi perut sudah kenyang....
Dan dengan santai, kerumah saya pulang....
Aaah... doctors....
Nice people who always wear white coats....
Coats that seldom get washed.....
Wash them once a week?.....Once a month?....
They wear their white coats everywhere....
Wear them in lectures, wear them in meeting rooms....
Irreplaceable attire that always get good care....
Prestigious, that they even wear them in restrooms....
Minggu lalu saya kebetulan mampir ke rumah adik saya. Saya lihat keponakan yang sedang berdiri didepan kaca. Saya pikir dia sedang latihan drama.
“Tidak Oom, saya sedang berlatih senam wajah”, katanya. Ia mengaku sudah menjalankan latihan ini secara teratur beberapa bulan lamanya.
“Empat bulan lalu ada artikel dalam Majalah Ilmiah Kesehatan terkenal di Jakarta, tentang manfaat senam wajah untuk membuat wajah tetap segar dan awet muda. Artikel ini ditulis oleh seorang dokter ahli dibidangnya”, kata dia selanjutnya.
Kemudian sigadis ini melanjutkan latihannya. Wajahnya yang cantik itu dibikinnya menjadi peyat-peyot, membentuk berbagai expresi-expresi wajah yang kadang menyeramkan, kadang juga menggelikan.
Sebenarnya senam wajah itu tidak perlu dan tidak berguna! Kerut-kerut yang timbul dikulit wajah pada mereka yang sudah setengah baya atau yang sudah tua itu adalah akibat kerja otot-otot halus dibawah kulit, dan bukan disebabkan oleh otot wajah!
Sejalan dengan terjadinya proses penuaan, otot-tot halus dibawah kulit wajah ini menjadi terlalu kuat untuk bisa diimbangi oleh jaringan kollagen pasangannya yang mulai melemah.
Otot-otot halus dibawah kulit wajah inilah yang memungkinkan manusia (juga monyet) bisa membentuk expresi-expresi di wajah. Namun karena terjadinya kemunduran kelenturan jaringan kollagen (jaringan yang bersifat elastis), maka kollagen ini tidak mampu mengimbangi gerakan otot-otot kulit ini. Dengan demikian timbulah kerut-kerut wajah yang tidak dikehendaki.
Otot-otot halus dibawah kulit wajah ini tidak perlu dilatih! Ini adalah satu-satunya “otot sadar” (voluntary muscle) dibadan kita yang tidak pernah berhenti bekerja, walau kita sedang dalam keadaan tidur sekalipun!
Dalam bidang Kedokteran Estetika, bila usia seseorang mulai menua namun ia masih mengharapkan wajah tetap mulus dan halus, otot-otot wajah ini justru sering sedikit “dilumpuhkan” dengan suntikan botox.
Upaya semacam ini umumnya dijalankan oleh para setengah baya atau mereka yang menjelang tua, tetapi mau tetap gaya serta tetap memiliki wajah halus, menarik dan mempersona.....
This happens during a history class in an American high school in Washington DC.
As the class starts, the teacher says: “Now we are going to do a lesson on American history. I am going to start with a small quiz, and I like you to raise your hand whenever you have the answer to my question”
Everyone is serious and listening.
Teacher: ”Who said: Freedom or death?”
Everyone is silent.
After a while, one kid raises his hand. He is a new student from Japan named Suzuki.
Suzuki: “Patrick Henry, 1775, in Philadelphia.”
Teacher: “Very good Suzuki. Now, who said: The nation is its people and such can never die?”
Everyone is silence again. Then Suzuki again raises hand.
Suzuki: “Abraham Lincoln,1863, in Washington.”
Teacher: “Very good again Suzuki.”
The teacher looks around at her students and says: “Shame on you all. Suzuki is Japanese and he knows American history better than you!”
Every body is silent.
Then there is a voice from the back of the class: “Go f*ck yourselves, sh*tty Japanese!”
The teacher yells: “Who said that!!!”
Suzuki raises his hand and said: “General McArthur, 1942, Bataan, Phillipine.”
The class is in silence.
Then a silent voice again comes from the back of the class: “Suck my c*ck!!!”
The teacher is furious: “I have enough of this! Who said that!!”
Suzuki: “Bill Clinton to Monica Levinsky, 1997, in Oval Office, Washington.”
Another voice yells: “Suzuki is sh*t!!”
Suzuki: “Racer Valentino Rossi, 2002, at the Brazil Motor Grand-Prix, in Rio de Janeiro.”
The class goes wild, the teacher is bewildered, and she starts crying.
And, in walk the School Principal.
Principal: “What the hell is going on?! I am going to quit!!”
Suzuki: “Sri Mulyani, Minister of Finance Indonesia, 2010, when the KPK auditors were at her office”